Sampah menanti Demoor bukan Voldemort
TUMPUKAN SAMPAH
MENANTI SENTUHAN PERTAMA DEMOOR
Yang
jelas kisah Demoor di sini bukan Voldemort musuhnya dari Harry Potter, tetapi
tentang sosok yang kini menjabat sebagai Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten
Flores Timur. Servulus Satel Demoor, S.
Hut namanya. Dia baru saja dilantik menjadi Kadis Lingkungan hidup per 08
Januari 2020, untuk memikul estafet kepemimpinan di sektor Lingkungan Hidup yang sebelumnya ditinggalkan.
Menduduki
jabatan Kadis memang adalah sebuah prestasi entah karena Prestasi, masa
Jabatan, atau karena hal ihwal tertentu karena itu patut dirayakan. Pemerintah
Kabupaten Flores Timur dalam misi “Kota Menata”, harus menjadikan sampah kota sebagai
musuh yang harus dibereskan sejak awal. Semisal sampah yang menumpuk di TPS,
sampah di Pasar baru yang menumpuk, masalah got, pantai yang dipenuhi sampah
dan lain-lain.
Demor
sebagai sosok yang ditunjuk Bupati untuk menempati posisi Kadis lingkungan
hidup pastilah sudah melalui pertimbangan matang kepercayaan tinggi untuk mampu
menerjemahkan maksud misi “Kota Menata” dari sisi lingkungan hidup. Mengingat latar
belakang Demoor yang relevan untuk menduduki Jabatan itu yakni Kepala UPT KPH
Flotim yang entah kenapa lebih memilih menjadi pegawai Kabupaten ketimbang
tetap di Provinsi.
Dari
sekian Pimpinan OPD yang dilantik, Penulis merasa lebih tertarik untuk membahas
soal lingkungan. Sebagai pemerhati masalah lingkungan, penulis berharap dibawa
kepemimpinan Demoor masalah lingkungan terutama soal sampah dapat diatasi
dengan baik. Bahwa menjadi seorang dengan pemangku jabatan tertinggi di
intansi, bukan soal anggaran yang harus dipikirkan melainkan tugas dan tanggung
jawab untuk membuat lingkungan Larantuka terkhusus menjadi
lebih baik.
Kita
sedang bergiat untuk membuka diri pada Pariwisata. Hal utama yang diperhatikan
dan dinilai oleh wisatawan adalah soal
kebersihan. Tugas Demoor adalah memastikan lingkungan perkotaan kita terlihat
bersih. Kebersihan kota jangan meluluh dibebankan kepada masyarakat dengan alasan
buang sampah sembarang.
Tugas
demoor adalah melatih diri untuk peka pada jumlah tempat sampah, lajur pembuangan
dan pemberesan sampah sehingga sampah sampah tidak menumpuk di tempat pembuangan
sementara, apalagi mengingat sekarang musim hujan. Tugas Demoor juga adalah
memastikan pembangunan dan tata kota harus bersinergi dengan keindahan
limgkungan sehingga mampu tercipta
penataan kota yang baik. Dimana pohon harus di tanam, Demoor juga harus mampu
menjalin komunikasi dengan OPD yang terkait jangan hanya duduk diam dan
menanti. Apalagi tugas dia yang berat ini sudah dibantu melalui STBM yang
sedang gencar dilaksanakan.
Larantuka
adalah kota kecil dengan estetika tersendiri, membutuhkan sentuhan dan pemahaman
yang intens dan tidak biasa dalam penataannya. Pemerintah Flores Timur di tahun yang baru ini, sudah mempercayakan Demoor
untuk tugas mulia itu. Karena itu bekerjalah dengan sungguh jangan hanya
mencari wibawa. Di sisi lingkungan, Anda akan diawasi. Kita baru berbicara
tentang Larantuka sebagai Ibu Kota Kabupaten, belum soal-soal lingkungan di dua
pulau lainnya yaitu Solor dan Adonara. Karena itu, untuk membuktikan kemampuan
Demoor, atasi saja dulu sampah yang menumpuk di pasar baru.




Comments
Post a Comment