Posts

UPAYA MENJADI WARGA INDONESIA YANG BAIK

Image
foto Jhony G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika diambil dari Tempo Setelah kata-kata yang terucap dari bibir menteri Komunikasi dan Informatika, Jonny G. Plate dalam acara Mata Najwa yang tayang Rabu (14/10/2020) pukul 20.00 WIB di Trans7, saya pun merasa perlu   lebih getol dalam berupaya untuk tetap menjadi warga Indonesia yang baik. Dalam acara yang dibawakan Najwa Sihab itu, Jonny mengatakan, “ Kalau pemerintah bilang hoaks, ya pasti hoaks. Jangan dibantah.” Mendengar pernyataan Jonny itu, mie goreng yang sedang saya santap di depan tv ketika menonton acara Mata Najwa hampir tumpah. Syukur saya bisa tangkas menangkisnya. Perkataan Jonny itu mengingatkan kembali, berbagai cerita tentang masa orde baru yang katanya kejam dan otoriter. Informasi dibuat satu arah dengan mengendalikan media, kebebasan berpendapat dan kritik dibungkam di bawa komando Presiden Suharto. Dan dalam kasus pernyataan Jonny Plate itu, saya merasa sedang berada di Jaman Orde baru. Padahal kita ...

AKU, KAU DAN KOPI

Image
Pernikahan kita membutuhkan kopi. Perjalanan rumah tangga kita nanti juga sama. Di hari -hari menjelang pernikahan kita nanti, orang -orang itu yang berkumpul dan   membicarakan kita, setelah meminum arak dan tuak sebagai tanda kesepakatan hubungan kita, mereka akan larut dalam percakapan di bawah tenda sembari minum kopi. Keluargaku dan keluargamu menjalin keakraban melalui kopi hari itu. Keluargaku akan mengagumi cantikmu dalam senda gurau, sedangkan yang lain bertanya-tanya tentang pekerjaanku, sambil mencicipi kue- kue yang tersaji. Selama aku bertandang ke rumahmu, kau tak sering menghidangkanku kopi. Tapi aku tak pernah mempermasalahkan itu. Selain menanyakan makan, engkau juga tak pernah menanyakan kopi. Tapi akupun tak pernah mengeluhkan hal itu. Saat itu, minum kopi belumlah menjadi peristiwa penting dalam hubungan kita. Kau tentu tak mengehendaki adalah hal-hal yang kututupi dalam pernikahan kita nanti. Satu-satu nya rahasiaku adalah kopi. Aku begitu menyukai kop...

BONEKA HUJAN

Image
Yang melelahkan adalah menunggu. Ia adalah cerita paling biasa dalam perjalanan cinta. Seseorang harus pergi, sedang yang lain tetap tinggal. Ditinggalkan bersama harapan untuk kembali.  Ranty merenggangkan kaki di atas meja, sambil   memainkan remot tv, mencari acara yang dia suka ataupun sekadar menghabiskan beberapa   detik waktu dengan percuma. Dia belum mandi, sementara waktu menunjukan pukul 10.30 WITA.    Dari rupanya, dia tak punya niat untuk melakukan apa-apa hari ini. Bahkan untuk pergi ke halaman rumah. Di meja, di sebelah kakinya ada segelas energen semalam yang masih tersisa, sebuah vas bunga, dan majalah. Dia memiringkan kepala, sambil memijitnya pelan. Terlihat jelas lebam di bawa matanya, karena kurang tidur. Rambut lurusnya acak-acakan. Tidak secantik biasanya. *** Sejak virus corona mengambil alih hampir semua sistem hidup manusia, kedatangan adalah percakapan yang aneh. Datang menyelip juga nuansa ketakutan. Orang orang tak...

KUANTUM SENJA

Image
  Pada senja kali, saya memilih duduk sendiri di tepi pantai dengan segelas kopi sebagai teman hangat di satu kedai di antara deret-deret kedai yang tersusun sepanjang pantai. Di pantai ini, matahari senja tidak terlihat langsung. Yang ada   hanya rona dan biasnya pada gumpalan awan yang bergerak terpisah di langit. Pada kesempatan ini, saya menyandarkan tubuh di bale-bale’ sembari melonggarkan kaki. Ingatan saya pulang pada senja yang sudah-sudah. Senja di bukit   Yesus Maria Oebelo bersama kekasih ketika memandang laut Sawu dan perahu-perahu nelayan yang berjejer sepanjang pantai dan sebuah kapal minyak sedang lewat waktu itu. Saya membelai rambut kekasih lembut seperti angin sore yang menyentuh daun-daun nyiur. Setelah itu kami larut dalam doa sampai senja selesai. Ada juga senja yang saya nikmati kala belajar fotografi di pantai Teddy’S . Waktu itu, saya tidak sengaja menyaksikan sepasang kekasih saling mencumbu di bawa remang merah matahari. Mel...