AKU, KAU DAN KOPI
Pernikahan kita membutuhkan kopi. Perjalanan rumah tangga kita nanti juga sama. Di hari -hari menjelang pernikahan kita nanti, orang -orang itu yang berkumpul dan membicarakan kita, setelah meminum arak dan tuak sebagai tanda kesepakatan hubungan kita, mereka akan larut dalam percakapan di bawah tenda sembari minum kopi. Keluargaku dan keluargamu menjalin keakraban melalui kopi hari itu. Keluargaku akan mengagumi cantikmu dalam senda gurau, sedangkan yang lain bertanya-tanya tentang pekerjaanku, sambil mencicipi kue- kue yang tersaji. Selama aku bertandang ke rumahmu, kau tak sering menghidangkanku kopi. Tapi aku tak pernah mempermasalahkan itu. Selain menanyakan makan, engkau juga tak pernah menanyakan kopi. Tapi akupun tak pernah mengeluhkan hal itu. Saat itu, minum kopi belumlah menjadi peristiwa penting dalam hubungan kita. Kau tentu tak mengehendaki adalah hal-hal yang kututupi dalam pernikahan kita nanti. Satu-satu nya rahasiaku adalah kopi. Aku begitu menyukai kop...