BONEKA HUJAN
Yang melelahkan adalah menunggu. Ia adalah cerita paling biasa dalam perjalanan cinta. Seseorang harus pergi, sedang yang lain tetap tinggal. Ditinggalkan bersama harapan untuk kembali. Ranty merenggangkan kaki di atas meja, sambil memainkan remot tv, mencari acara yang dia suka ataupun sekadar menghabiskan beberapa detik waktu dengan percuma. Dia belum mandi, sementara waktu menunjukan pukul 10.30 WITA. Dari rupanya, dia tak punya niat untuk melakukan apa-apa hari ini. Bahkan untuk pergi ke halaman rumah. Di meja, di sebelah kakinya ada segelas energen semalam yang masih tersisa, sebuah vas bunga, dan majalah. Dia memiringkan kepala, sambil memijitnya pelan. Terlihat jelas lebam di bawa matanya, karena kurang tidur. Rambut lurusnya acak-acakan. Tidak secantik biasanya. *** Sejak virus corona mengambil alih hampir semua sistem hidup manusia, kedatangan adalah percakapan yang aneh. Datang menyelip juga nuansa ketakutan. Orang orang tak...