ABSTRAK
Sinkretisme Ajaran Katolik, Agama Islam, dan Budaya Lamaholot dalam Penyebaran Agama di Solor (Sebuah Tinjauan Etnografi Komunikasi tentang Penyebaran Agama Katolik di DesaWatanhura Kecamatan Solor Timur). Oleh Marianus Diaz Yanto Nim :1303052074 dengan Pembimbing Dr. Marselinus Robot M.Sid an Monika WutunS.sos.M.I.Kom.
Penyebaran agama Katolik di Pulau Solor dipengaruhi oleh agama Islam dan budaya Lamaholot. Lokasi penelitian di desa Watanhura Kecamatan Solor Timur. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dan metode etnografi komunikasi.Tujuan penelitian untuk mengetahui penyebaran agama Katolik di Solor khususnya di desa Watanhura. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahun 1966 daerah Kewukak Lewo Pa Niron Tana Lema (Watanhura) yang merupakan bagian dari wilayah kerajaan Lamakera, didatangi raja Muhamad Saleh untuk mengislamkan masyarakat. Sebelumnya masyarakat masih menganut kepercayan asli yakni Lerra Wulan Tanah Ekan. Ada masyarakat yang menolak dan lebih memilih agama Katolik. Mereka memperjuangkan agama Katolik dan membawa agama Katolik masuk ke wilayah itu. Pada akhirnya daerah Kawukak Lewo Pa NironTana Lema atau Watanhura ini, hidup dengan dua agama yang berbeda. Ada yang Islam dan ada yang Katolik. Kenyataan ini, pada akhirnya melahirkan hubungan sosial yang unik. Masyarakat desaWatanhura masih memegang prinsip budaya Lamaholot yakni Honge Ba’at Tonga Blola. Kenyataan ini terjadi karena mereka meruntuhkan ego keagamaan dan lebih berpegang dengan budaya Lamaholot yakni suasana kekeluargaan dan kekerabatan. Hubungan social ini, oleh peneliti dipandang sebagai sebuah bentuk sinkretisme.
Kata Kunci :Sinkretisme, Islam, Katolik, Budaya Lamaholot, dan Etnografi Komunikasi



Comments

Popular posts from this blog

MINUM KOPI SORE

kekal

KUANTUM SENJA